Selasa, 19 Juli 2016

I FINALLY FOUND SOMETHING

Semakin dewasa engkau, semakin engkau merasa bahwa 24 jam itu sangat kurang untuk siklus harianmu. Waktu tidak lagi berjalan lama seperti waktu bermainmu semasa kecil.

       Yah, ini minggu terakhir kuliah di semester dua, sebentar lagi uas. Aku tidak bisa lagi menolak bahwa aku takut menghadapi uas, sangat takut, sangat-sangat takut. Waktu sudah habis, dan aku tidak bisa lagi mengeluh bahwa aku kurang usaha. ya, memang semuanya sudah terlambat, aku sangat tertinggal di berbagai mata kuliah. Usahaku tidak sebesar semester lalu. Tapi ah, sudahlah, tidak ada gunanya aku mengeluh lagi. Yang bisa kulakukan hanya berusaha sekarang.

       Aku menemukan motivasi untuk tetap berjuang di sini. Baiklah, anggap saja keluhanku kemarin hanya proses menuju tujuanku, dan aku berdoa semoga aku bisa bertahan sampai akhir. Aku menemukan motivasi, aku ingin mengikuti event-event besar kampus, dan tidak melewatkan tiap tahunnya. Untuk event terdekat, aku menjadi panitia konser paduan suara. Persembahan sendratari untuk Dies Natalis juga masuk dalam daftar wajibku. Tak apa merelakan hari liburku untuk latihan menari dan latihan untuk konser. Aku seperti anak kecil tak bisa tidur karena esok pagi dia akan pergi tamasya. Aku ingin melakukan kegiatan itu dengan sukacita, melepaskan semua emosi yang pernah mengendap.

       Aku juga ingin menjelajahi tempat-tempat di Jakarta, dari ujung ke ujung, sampai ke sekitarnya. lomba paduan suara FPS ITB jadi agendaku tahun depan, tentu perlombaan membutuhkan kerja keras dan air mata, latihan sampai kau muak dengan partitur serta pengulangan lagu. oh iya, ada satu lagi yang istimewa. lelaki yang kini sedang kupikirkan.

       Manusia yang baik budinya, taat ibadahnya, cerdas pemikirannya, tidak kaku, mudah bergaul, serta hangat. Lelaki yang segera kukagumi semenjak aku mengenalnya. Awalnya aku mengaguminya sebagai inspirator. Aku kagum dengan sosok pemimpin seperti dirinya yang mengayomi namun juga kreatif. Aku sering memberikan kata-kata positif, memujinya di grup whatsapp, karena dia sudah seperti sosok idola yang berada di depan mata. aku mulai mengirimkan cokelat penyemangat yang jadi tradisi kampusku tiap kali mendekati ujian. kukirimkan padanya dan beberapa orang lainnya, namun sepertinya teman-temannya salah mentafsirkan  maksudku mengirimkan cokelat untuk mas ITU. Tiba-tiba terlintas di pikiranku, ya, dia memang "suamiable". tak bisa kubayangkan betapa kelak dia akan menjadi suami yang baik.

       Aku memang baru 19 dan beranjak menuju 20 tahun. Andai saja kampus memperbolehkan mahasiswa untuk menikah mungkin aku akan mulai berpikir untuk mencari pendamping hidup, haha. Terlalu dini untuk mengatakan itu. Mungkin terdengar konyol, tapi pandanganku tentang menikah muda sudah tidak se negatif dulu. Nikah itu harus begini begitu dulu, mapan dulu, dan lain sebagainya. pandanganku sekarang, tak apa menikah muda asalkan keduanya sudah siap, sudah dewasa dalam pemikiran, dan mau berkomitmen. Menikah itu menyempurnakan separuh agama. Menikah dulu, baru pacaran. bisa jadi aku menikah muda tapi tidak memprogramkan untuk mempunyai anak dalam beberapa tahun, menunggu sampai umur yang cukup untuk menimang anak.

       Ini pertama kalinya aku merasakan kekaguman yang mendalam, bahkan sampai ingin menjadi istrinya. kalau jodoh, semoga Allah mendekatkan. pantaskan diri hamba untuk dia Yaa Allah, hamba ingin menikahinya karena agamanya, dan karena akhlaknya.

       

Minggu, 22 Mei 2016

Yang Mana? Passion? Prestige? atau Orang Tua?

salam pendidikan untuk para pembaca.

dilihat dari judulnya mungkin beberapa dari kalian langsung paham apa yang mau gue tulis di sini. ya, gue lagi stres, frustasi karena masalah jurusan kuliah. gue sekarang semester 2 di kampus kedinasan yang fokusnya di jurusan statistika dan komputasi statistika. Lulusannya akan ditempatkan di Badan Pusat Statistik seluruh Indonesia. Badan Pusat Statistik menyediakan data dan informasi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat entah sipil, swasta, atau pemerintah. keren ya, sekarang kan jamannya bertindak dengan data, karena memang data itu sangat penting buat kelangsungan hidup kita, keputusan dibuat berdasarkan data, selayaknya Sherlock Holmes yang nggak akan menyimpulkan apapun sebelum dia melakukan deduksi. meskipun kampus gue nggak tersohor seperti kampus dibawah kemenkeu, STIS-BPS cukup dikenal di kalangan PNS dan pejabat pemerintah. pegawai BPS dikenal baik attitude nya, kinerjanya, dan sebagainya. ya kali, kalo elu kerjanya asal mana bisa informasi lu dipercaya?

kampus ini dikenal dengan persaingan ketatnya, seperti kebanyakan kampus kedinasan. angkatan gue, ada 32 ribu pendaftar dan yang diterima cuma 500 orang. gue bersyukur banget, bisa lolos padahal gue nggak pernah nyangka bakal bisa lolos tahap ujian tulis. penalaran matematika gue rasanya kurang banget. terakhir kali nilai mat gue bagus itu waktu smp. begitu masuk SMA gue nyadar kalo gue nggak ada bakat di matematika. bukan, bukan, lebih tepatnya penalaran matematika gue (sangat) kurang terasah. gue menemukan kalo nilai-nilai gue itu bagus di bahasa dan seni. dan gue punya passion untuk mengembangkan itu. tapi ortu kurang sreg sama pilihan gue. mereka menghormati pilihan gue, dan gue emang gagal di SNMPTN meski sbmptn lolos tapi gue kurang puas dengan hasilnya. waktu gue masuk STIS, itu karena orang tua. gue ditawarin coba daftar ke STAN atau STIS. nah, berhubung STAN lama banget buka pendaftarannya, gue coba daftar STIS. ini karena orang tua gue terutama bapak pengen anak-anaknya jadi PNS karena ada tunjangan, ada uang pensiun, asuransi kesehatan, gaji tetap, dan lain-lain. setelah masuk STIS gue bertekad untuk naklukin matematika yang jadi momok terbesar ketika masuk jurusan statistika. dan liat gue sekarang, nangis gegara nggak ngerti sama sekali, nggak tau gimana cara ngerjain soal kalkulus 2. gue lagi uts minggu kedua.

semester pertama IP gue 3,00 dengan 3 nilai C dimana kalo gue dapet D gue bakal DO. miris ya, kata orang sih ini masih penyesuaian. tapi gue sadar kalo bekal gue dari SMA itu kurang banget, dan lagi kuliah satu pertemuan itu biasanya bahas 1 bab sekaligus, kadang 2 kadang 3, dan entah gue kurang nyampe nalarnya. gue tau, dengan nulis ini artinya gue pengecut. gue males-malesan, malah nglukis, malah begadang baca buku bukannya belajar buat ujian. iya, gue pengecut, gue tukang ngeluh. dalam keadaan seperti ini gue selalu berpikir, apakah gue tepat masuk kesini? gue pengen mewujudkan cita-cita bapak tapi gue makin lama makin kehilangan semangat, target, dan rencana jangka panjang :( gue nggak tau ntar mau jadi pegawai BPS dimana, posisi apa, gue sekarang ini cuma pengen bisa lulus ngga peduli nilai. ngenes nggak sih, gue dulu kompetitif, gue harus di jajaran atas, sekarang gue ada di jajaran menengah ke bawah. gue pengen maksimalin bakat gue. yang gue rasain sekarang, gue berusaha untuk mengejar ketertinggalan gue di hitung-hitungan tapi gue kehilangan fokus dan gue nggak peduli sama bidang laen yang gue cukup percaya diri, contoh aja bahasa inggris, gue merasa harus mulai dari nol lagi untuk mencapai keadaan seperti dulu waktu gue SMA. gue harus gimana :( STIS itu punya prestige, dan lingkungannya juga kondusif untuk muslim, nggak ada budaya yang bebas bebas di kampus gue. bahkan banyak yang nggak pacaran karena mereka sudah menyadari kalo pacaran itu dosa, lebih baik to the point, kalo mau nikah aja. termasuk gue yang sekarang nggak pacaran, memantaskan diri menunggu jodoh dateng. ada plus minus di sini, di satu sisi lingkungannya agamis, tapi di sini ketat peraturannya, ini nggak boleh itu nggak boleh. harapan gue juga pupus ketika kemaren paduan suara kampus nggak dikasih ijin buat ikut lomba di luar negeri :(

orang bilang, jangan sampe salah milih jurusan, dulu gue nggak merhatiin omongan itu, tapi sekarang gue ngerasain, bener-bener ngerasain dimana kalian stuck nggak ada semangat sama sekali, kehilangan tujuan. gue di sini sebenernya mau apa sih? gue di sini ngejar apa sih? kata orang, nggak penting apa kampusnya, yang penting kalian maksimalin potensi, nanti di dunia kerja bakal keliatan bedanya. nggak cuma masuk ke kampus favorit karena gengsinya, atau jurusan apa aja yang penting masuk. gue berat sekarang, gue pengen belajar dengan passion, dimana gue belajar tanpa harus cari-cari motivasi, tanpa harus disuruh.

gue takut kalo suatu saat gue kena DO di tingkat yang agak tinggi, dan batas umur gue udah limit buat masuk ke kampus tertentu, tapi gue lebih nggak suka lagi membayangkan kehidupan gue setelah lulus. gue bingung, gue harus gimana, orang tua gue ngasih harapan yang besar ke gue. jujur aja ini jadi beban, mereka bilang untuk tahan penderitaan selama 4 tahun nanti. gue makin berat, gue nggak bisa bilang kalo gue udah mulai frustasi. orang-orang kampus bilang, belajar di STIS itu sama stresnya dengan anak kedokteran, anak teknik. iya, bener, gue stres sekarang, gue sakit-sakitan. salah satu yang memberatkan gue juga kalo misalnya gue DO, gue ngeberatin orang tua dengan uang semesteran, dan nggak ada lagi TID :( boleh nggak gue kuliah yang nggak banyak hitung-hitungan tingkat lanjut kayak kalkulus, peluang, atau aljabar linier? boleh nggak gue kuliah di bahasa atau manajemen? gue pengen bisa S2, dan kalo gue di sini gue nggak yakin bisa lulus dengan IP minimal untuk lanjut ke S2 :( untuk saat ini gue mau berusaha sebisa gue dulu, jalan dulu, karna sesuai SPID kalo gue keluar gue harus bayar denda yang jumlahnya nggak sedikit :( ya allah, tolonglah hambamu ini.

Kamis, 25 Februari 2016

Bela Negara STIS 57 : Latihan Militer Ringan, Banyak Manfaat


Bela negara oh bela negara. Oke, kampus gue tercinta Sekolah Tinggi Ilmu Statistika
adalah
salah satu kampus kedinasan yang nyelenggarain pendidikan dan latihan
Bela Negara dalam rangkaian kegiatanMasa Pengenalan dan Pembentukan
Karakter (MP2K), bisa dibilang ospek. Angkatan gue adalah angkatan ketiga
yang mengikuti Bela Negara. Baru angkatan 55,56,57 gitu deh ya,
sebelumnya namanya outbond bukan Bela Negara. Gue angkatan 57 yang
masih fresh, unyu, dan siap dibentuk. #eaaa
. Sebelumnya maaf kalo berantakan, karna gue nulis dari word dikopi ke sini jadi berantakan susunannya. udah diedit berkali-kali tapi masih berantakan juga, karna faktor desain blog juga sih. kembali ke laptop, Rangkaian kegiatan MP2K ini bisa dibilang sebulan penuh. Bela Negara angkatan 57 dibagi jadi 2 gelombang,
dan gue dapet gelombang 2. Selama 5 hari gue digembleng sama pelatih-pelatih dari TNI AD, lebih tepatnya dari Batalyon Artileri Medan 10 Kostrad di Bogor.
Kalo tahun lalu, BN 7 hari. Gue bangga, bisa dilatih sama pasukan elit nomer

dua setelah Kopassus. Persenjataannya paling maju dibandingin sama batalyon laen.
Mereka punya roket Astros II dan yang punya cuma Brazil sama Indo.
Negara-negara laen cuma ada Astros I.
Mulai sekarang disingkat BN aja ya.
BN ini meskipun ada dalam rangkaian kegiatan MP2K tapi acaranya full TNI yang pegang.
Ini bukan dari panitia MP2K, panitia cuma monitoring kegiatan BN. Gue disini mau cerita keseruan BN Mahasiswa STIS
angkatan 57 Gelombang 2, terlepas dari keseruan2 berbeda yang ada di gelombang 1. poin poinnya aja sih soalnya banyak banget, ini biar gue inget lagi kenangan gue waktu BN. suatu hari waktu gue lagi kerja, iseng buka blog dan baca ini lagi, kemudian baper, aih :'D back to the topic, Belom tentu tahun depan

perlakuannya sama kaya angkatan gue sekarang. Gelombang satu sama dua aja udah beda.
Dan belom tentu juga tempat BN tahun depan di yonarmed 10 lagi, karena dari 3 tahun BN,

tempatnya beda semua. Gue berangkat tanggal 18 September 2015 sore hari, gue lupa jam berapa,
sampe Bogor jam setengah 6 dan hawanya kek di
kampung halaman, sejuk nggak terlalu dingin.Tiba-tiba gue baper :’) inget rumah.Nyampe disana kita langsung disuruh lari ke barak masing masing beres-beres dan mandi. Malemnya kita apel malem,
dan dibacain tata tertib sama hal-hal laen yang dilarang, etiket ngelakuin ini, itu, macaem-macem lah pokoknya.

Hari pertama, 19 September 2015
Kami Anak Didik Yonarmed 10 (selama 5 hari hehe)
Upacara pembukaan banyak yang tumbang, kegiatan hari pertama bener-bener nguras tenaga.
Kami diajak keliling satuan sambil nyanyi lagu yang udah diajarin malem pas kami dateng.
Sambil jalan muter kompleks TNI, kami dikit-dikit push up, merayap, merangkak, jalan jongkok.
Bahkan setelah upacara pembukaan kami langsung jalan jongkok,

lompat kodok, push up, tiarap, dan lain-lain. Mati dah lu -_- Kegiatan lanjut terus,
kita dapet pelajaran PBB dan yang bikin susah adalah PBB kami selama ini ikut gaya Paskibraka yang
mengadaptasi PBB marinir karena bentuknya bagus dan kalo gue bilang lebih patah patah
, lebih rapi, lebih cool :v
 sedangkan TNI nggak pake itu, jadi kami salah terus. Kami nggak boleh niru gaya paskibraka, harus ala TNI AD.
Tapi bagusnya gue jadi tau sejarahnya kenapa TNI AD gaya PBB nya beda sama paskibra.
Dulu, gue kira karna faktor umur, petugas upacara 17 Agustus biasanya kan TNI AD
nah mereka rata-rata udah 35 ke atas, ternyata emang gaya mereka kaya gitu.
Materi hari itu PBB malemnya navrat (navigasi darat) dengan pemateri Sertu Gunawan.Yah begitulah, kegiatan kita sampe malem. Gue kira setelah kami disuruh tiduran di lantai ruang kelas (Garasi) sambil diajarin nyanyi, kegiatannya udah mo selesai.
Ternyata masih ada tindakan -_- tindakan itu evaluasi, kalo kita salah kita kena tindakan seperti push up, jongkok berdiri,
dan kalo kita bagus kita dapet reward. Itu akumulasi pelanggaran dan prestasi dalam sehari.
Malem-malem kita dievaluasi, kita tidur jam 12 padahal jam malemnya jam 10 hiks.

Danton pleton gue sampe ngasih motto “Waktu Adalah Tindakan” hahaha. Sebenernya hari itu asik, tapi kalo fisik gue kaya gini, duh gimana ya .
Yang gue permasalahin disini cuma fisik gue kurang cetar hiks, karna gue seorang pejuang hayu lah jalan terus haha.

Hari Ke-2, 20 September 2015
Horeee Jam Kantin
Materi hari kedua adalah PBB dan longmalap (Pertolongan Pertama di Lapangan) dengan pemateri Serka Dwi YK, kita dikenalin sama yang namanya
Resusitasi Jantung Pulmoner (RJP) bahasa kecenya CPR gitu. Jadi tiap pagi ada senam, pake celana training dan kaos item lengan panjang.
Setelah senam biasanya makan pagi.
Hari kedua ini kami ada games ngapalin nama temen satu pleton dengan mengurutkan namanya. Hadiahnya fanta dingin satu botol gede.

Bahagianya kami dapet hadiah hahaha. Siangnya kami dapet jam kantin, yeeeeyyyy. Kami kira jam kantin cuma malem jam 10 sampe jam 11.
Padahal kemaren aja tindakannya selese jam 11 jadi merasa ngga ada harapan buat dapet jam kantin.

Tapi kami salah, hari kedua agak longgar, pagi-pagi kita dibolehin ke kantin yg udah ditentuin selama setengah jam.
Kami bisa jajan sambil ngobrolin yel-yel, ngobrol sama temen pleton. Dan seperti biasa malem sebelum tidur kami ditindak.
Tiap malem kita ada giliran jaga serambi.
Aku dapet jam 00.00-01.00. Dan paginya dadaku sesek, gelisah, biasalah sensasi orang begadang suka kaya gitu. 
dan ketika dipacu buat latian fisik rasanya.... Hmm..

Hari Ke-3, 21 September 2015
Ujan! Tindakan! Alergi!
Seperti biasa, sarapan pagi pake materi PBB. Selain PBB, materinya Wawasan Nusantara dengan pemateri Lettu Imam Sunandar.
Dan ada jam kantin lagiiiii hore hore hore.

Abis PBB kami disuruh ke kantin, trus disuruh duduk di kebon pinggir lapangan. Lumayan, bisa ngobrol sama temen-temen di tempat adem.
Hari itu dosen dateng mantau kita,
ditanyain gimana keadaannya, aer gimana, makanan gimana. Di barak gue cuma masalah aer doang sih, yang laen udah cuco punya haha.
Masalah makan, tau sendiri lah, pake hitungan hahaha.
Kata danton gue kalo makan di ruang belajar
 (makan rame-rame) jangan dirasain, yang penting masuk.
Kalo ada kuahnya mah hayu aja, ini lauknya kering semua haha.

Jadi makannya harus didorong pake aer. Paling enak kalo makan siang. Ada kuahnya, ada buahnya, aseekkk merdeka banget.
Ada lagi extra fooding di antara makan pagi ke siang dan antara siang ke malem.
Dan kalian tau? Makannya disuapin hahaha. Kita duduk berhadapan sama cowok, trus kita harus suap-suapan,

nggak boleh makan punya sendiri. Kurang so sweet apa coba, haha,
Itu sebagai perumpamaan kalo temen kita ada yang sakit kita jangan malu jangan jijik buat ngrawat, nyuapin.
Lumayan yang jomblo ada yang nyuapin hahaha.

Makanannya enak-enak, tapi kalo namanya ngga nafsu makan pasti apapun ngga enak.
Alhamdulillah gue waktu itu lagi tinggi nafsu makannya, jadi gue yang bantuin temen-temen ngabisin makanannya hahaha
gue ga pernah sekalipun dibantuin buat ngabisin makanan. Gue hebat kan? Haha. Hari ketiga ini ujan cuuuyyyy,
kalo boleh bilang, hawanya jadi enak, adem gitu. Tapi abis itu dingin banget. Dan gue alergi dingin, gimana coba?

Gue batuk parah. Sebenernya gue batuk udah semenjak sebelum berangkat BN, tapi cuma ehem ehem doang kalo kena dingin. Hari ke-3 BN
gue ga reda-reda dari pagi sampe malem.  Apalagi pas malem, 
suaranya ganggu banget. Akhirnya gue disuruh sama pelatih buat balik ke barak, dan dipinjemin jaket sama kaka tingkat (gausah sebut nama ya hehe)
suara gue ilang, dan batuk lanjut terus.
Ga enak juga sih sama temen temen, soalnya malem itu tindakannya lumayan parah,
dan aku di barak sama kakak PP, ngobrol ngobrol haha -_- maapin yeee

Hari Ke-4, 22 September 2015
H-1 Pulang Ke Jakarta
Yahh, besok pulang ya? Seneng iya, sedih juga iya. Hari ke empat kami makin deket sama temen-temen, dan juga pelatih. Rasanya pengen BN lagi. Hari ini puncak acara BN,
malem hari kita ada jurit malem, dan sore hari kita dikasih pengarahan.
Hari ini ada jam kantin juga loohhhh hehehe. Seneng banget ada jam kantin hampir setiap hari.
Meskipun bentar tapi tetep seneng bisa jajan bareng sama temen-temen. Dan waktu makan siang kami kena bahaya udara haha.
Tiap hari pelatih David ngingetin kalo makan harus cepet, nanti kalo ada serangan udara. 
Dan di hari keempat ini baru ada serangan udara.
Kami langsung sembunyi di bawah kursi, dan lucu karna ruang kaki buat duduk aja udah sempit apalagi buat jongkok dan nyembunyiin kepala?
Alhasil kursi-kursi diangkat dan ditaro diatas kepala hahaha,
yang penting kepalanya di bawah kursi kata pelatih David. (ini pelatih suka ngaco juga ni) 
Sambil dikasih simulasi belanda lagi naek pesawat sweeping sana sini
kita malah ketawa-ketawa karna lucu liat cara temen temen. Jurit malem nya kalo kata gue biasa aja sih, di kompleks soalnya,
meskipun lewat kuburan dan dijatohin pocong pocongan biasa aja buat gue, jarak posnya deket-deket haha.
Coba di pramuka, jarak posnya jauh, di perkebunan pula. Kalo banyak yang kesurupan atau ketempelan jangan kaget kalo di pramuka hahaha.
Gue jurit malem pake jaket karna takut kambuh, dan gue minta agak di awal supaya ngga dapet yang jam 12,
jam segitu biasanya alergi gue udah kambuh. Kalo dibandingin, jalan malem di awal sama akhir lebih serem di awal.
Mungkin karna keterbatasan waktu jadi jarak peserta jurit yang akhir deket-deket, dan berdua. Setelah jurit malem, kita ada acara api unggun sampe jam 2. Pulang ke barak bersih-bersih dan lain-lain sampe jam 3 lebih. Biasanya jam segitu kami udah bangun, mulai antrian mandi,
karna aer sering mati. Tapi pagi itu aer mati jadi kami mutusin buat mandi subuh aja. Dan kita balik tidur lagi.

Hari Ke-5, 23 Septermber 2015
Perpisahan ini bukanlah akhir.
Waktunya kami pisah, makan pagi terakhir kami di yonarmed 10 berjalan dengan khidmat cieilahhh.
Makan pagi santai, sambil dengerin wejangan pelatih Jody, entah pelatih yang laen uda bangun apa belom karna cuma ada pelatih Jody disitu.
Sebenernya waktu kumpul kami setengah 7, tapi karna kebiasaan kumpul jam 5 buat senam pagi, kami jadi kumpul pagian.
Tibalah waktu upacara penutupan. Setelah upacara kami foto-foto. Yang punya foto cuma pelatih dan HPD mp2k.
Dan kita ngga bisa minta kalo ngga diposting Senat Mahasiswa STIS di instagram. Yang bisa kami minta cuma yang dari pelatih.
Yang penting ada foto meskipun cuma satu. Pulangnya pleton kami minta jadi satu di mobil TNI. Kami agak sedih sebenernya.
Dan temen gue yang mukanya mirip anaknya pelatih Darsono tiba-tiba nangis, dan jadilah kita semobil nangis semua.
Padahal mobil laen biasa aja. Baper ih -_- tapi gue juga sedih sih, dan gue juga ikutan nangis hahaha. Pelatih Darsono naek ke mobil duduk sama temen-temen, sedangkan danton kami pelatih Nur di depan sama supir. Di jalan kami dikasih liat foto anaknya pelatih Darsono. Dan mirip beneran -_- putih, sipit haha. 

Oh iya, selama BN ada banyak hiburan dan intermezzo apalagi waktu makan dan waktu habis PBB.
Jadi ada temen kami yang miriiippp banget sama ibu kantin namanya Bu Tarmin.
Dari bentuk badannya yang bulet haha, potongan rambut yang sama, sampe muka-muka pun mirip.
Ada juga parodi panglima dan anak buah. Temen kami ada yang dipilih jadi panglima kecil karna ketahuan nangis waktu BN hari kedua. 
Dia dikasih tongkat dan harus dipegang terus ala-ala panglima.Ada juga wakil panglima atau wapang,
sekretaris dan provoost dengan tugasnya masing-masing. Pelatih Darsono selalu ada di belakang panglima dan bisikin apa yang harus panglima katakan ke semua orang.
Bisa dibilang panglima dan anak buah adalah bonekanya pelatih Darsono.
Sering banget kata-kata itu lucu, misalnya. “siswa! Kalian jangan manja! Jangan nangis, kaya saya!” bayangin aja deh situasinya. hahaha. 
Yang mimpin doa sebelum dan sesudah makan, ngasih laporan pelaksanaan,
adalah provoost. Sekretaris dan wapang juga bantuin tugas-tugas panglima.
Panglima kecil namanya Okta, Wapang Yasmin panggilannya Gayus Tertimbun,
Sekretaris namanya Vian panggilannya Shinchan,Alisnya tebel men haha.Provoost namanya Jody.
Mereka harus akting seakan-akan mereka TNI beneran, lucu banget.
Ada juga waktu provoost mimpin doa, dia harus laporan sama pohon. Kembaran
Bu Tarmin juga pernah disuruh mimpin doa dan laporannya sama tembok, bukan sama panglima.
Itu hiburan kami sehari-hari. Mereka punya lagu masing-masing nih:

Wapang: hitam kulit, keriting rambut, aku papua.
Provoost: kepala botak, senyumuku manis, aku nabire.
Sekretaris: Alis tebal, leherku panjang, aku NTT
Panglima: muka merah, tetaplah ganteng, aku panglima.

Waktu gue tanya gelombang satu katanya ngga ada parodi panglima. Beruntung banget dapet gelombang dua, haha.
Intinya, kegiatan Bela Negara itu ngga berat kalo kalian jalanin dengan semangat.
Ini jauh lebih ringan dari pendidikan TNI yang sebenernya. 
Kondisi fisik paling penting, jangan sampe kalian sakit, karna bakalan repot banget.
Mau jurit malam dalam keadaan sakit? Makan, PBB, tindakan dan dalam keadaan sakit, emang enak gitu?ngga kan?
Kalian bakal dikatain sama TNI nya, pura-pura lah, gak malu ninggalin temen lah, apa lah.
Jangan lupa biasain makan cepet, karna waktu BN makannya cepet dan dihitung, tambah anceman serangan udara pula haha.
Awal-awal seret, kekenyangan, lama-lama nagih hahaha. Kegiatan BN gue asik bangetttt, sayang harus pisah sama pelatih-pelatih yang keren itu. tapi makasih, cukup sekali aja, haha belom siap kalo disuruh ikut latihan militer lagi.Malem waktu kami dateng, kami langsung diajarin lagu-lagu, dan favorit gue adalah lagu STIS Beraksi.

STIS beraksi, walau panas terik matahari
Berjuta kali STIS beraksi, bagiku itu langkah pasti
Hari-hari esok adalah milik kita
STIS kebanggaan bersama
Gegap Gembira bersama-sama
Yang selalu semangat 55,
Marilah kawan mari kita nyanyikan sebuah lagu, lagu kemenangan (2x)

Sebenernya pengen cerita juga pengalaman selama MP2K, tapi kayanya ngga surprise kalo gue ceritain juga haha,
cukup BN aja :D makasih pelatih Jody yang baik dan perhatian sama kami,
Pelatih Nur yang ngajarin lagu-lagu termasuk favorit gue otobemo (nggak termasuk tindakannya yaaa),
Pelatih David yang gaje tapi lucu, Pelatih Putu yang (kadang galak) rajin bawa tongkat pas hari pertama,
dan yang selalu manggil “Jambi, Jambi,” temen gue dari Jambi yang mirip sama
anaknya pelatih Darsono(pelatih putu yang ditaksir sama temen satu kelompok gue) 
trus Pelatih Imam Danki kompi 1, Pelatih Argo Danki kompi kami kompi 2 yang cakep dan berkharisma haha,
Pelatih Darsono yang mencairkan suasana, yah meskipun yang rajin nindak itu pelatih Darsono
sama Pelatih Nur tapi tetep makasih lah buat ilmunya. Trus makasih juga Pelatih Edo Sugar yang manisnya kaya gula,
Pelatih Gunawan yang juga manis (item-item soalnya, yang putih pelatih david doang haha) 
udah deh semuanya lu bilang cakep aja biar rata -_-

Dengan adanya BN ini kami jadi kenal satu sama lain (meskipun banyak kenal yang kloter 2 doang haha), kami jadi lebih kompak, lebih menghargai teman, menghargai waktu (yang ini suka naik turun kualitasnya), bekerja keras, tahan banting, dan juga ilmu-ilmu yang tidak kami dapatkan di tempat lain
Kami datang sebagai kucing, pulang jadi kucing plus (OTW jadi macan).
Terima kasih buat semua pelatih dan pendukungnya atas ilmu yang telah diberikan. BN kami cetar membahana.

Rabu, 24 Februari 2016

The Galaustik effect : Gala Musik Statistik

I am the unseen. my heart is pounding, body heat rises, my breaths accelerate just knowing you are there with your beautifully-played beats. i'm just sitting here, staring at you with such an amazed look. and yes, i've been watching you walking around the stage capturing moments.

someone whom i admired. your talents, your look. entering your 4th year, have a great woman beside you.
 I admire you, although i know it's just a form of sympathy, not love.

I am the unseen. you may not want to see me wandering around with my fangirling. but i want to be seen. as someone you can talk with. do i have the chance to be one of your friends?

Jumat, 14 Agustus 2015

Perjuangan di PMB STIS 2015 (ii) : Psikotes

gue agak sedih sebenernya karna dari 5 orang yang ikut ujian tulis cuma gue yang lolos ke tahap 2, gue  harus berjuang tanpa ada temen dari sekolah. tapi gue ngga terlalu mikirin itu, yang penting gue fokus ke ujian tahap 2. lagian ngobrol sama peserta disana udah cukup buat gue. meskipun cuma basa-basi gitu.

ujian tahap 2 adalah psikotes. waktu pelaksanaan tanggal 30 Mei di Hotel Metro Semarang. ada 9 macem tes yang diujikan disini (wow, banyak banget ya) waktunya kira-kira 4 jam mungkin lebih. jangan lupa sarapan dulu ya sebelum ujian tulis maupun psikotes, karna setelah ujian selesai gue jamin kalian bakalan kelaparan hahaha. gue nggak inget sepenuhnya materi yang keluar waktu psikotes, ada beberapa sih yang gue inget. ada numerik, semacam hitung-hitungan dasar tapi kalian dituntut untuk mengerjakan secepatnya dan sebanyak-banyaknya. terus ada logika aritmatika, logika penalaran, logika verbal, sinonim antonim, ada juga tes WARTEGG, yaitu tes melengkapi gambar. gue masih inget yang keluar gambar ini


ada draw a man juga, kita diinstruksikan untuk menggambar orang full body dengan profesi dan dresscode nya. kemudian menggambar pohon,  dan yang terakhir EPPS. curi-curi denger dari 2 pengawas di sebelahku, tahun lalu ada tes koran pauli/kraepelin, tapi tahun ini diganti sama EPPS. jadi ada kemungkinan 50:50 apakah tahun depan pake EPPS atau Koran. untuk pengertiannya silakan search aja di google. banyak-banyak latihan, biar nggak kagok disana dan ngabisin waktu dengan percuma. psikotes ini tergantung dari diri kalian, ngga tau deh gimana cara ngakalinnya haha, mungkin bisa nyari tips-tips di internet dan improvisasi di lapangan, then see the result. kalo tips dari gue, jangan lupa bawa pensil HB dan 2B, dua-duanya dipake. buat jaga-jaga, bawa pulpen buat ngisi daftar hadir tapi biasanya udah disediain dari sana, mereka bilang takut kalo ntar peserta salah ngisi LJK pake pulpen gitu hahaha. pensil HB dipake buat gambar-gambar, dan pensil 2B nya untuk ngisi LJK. ikutin instruksi, pensil suruh diletakkan ya jangan nulis-nulis lagi, dan kalian di sini berpacu dengan waktu. manfaatkan waktu sebaik-baiknya. contoh aja EPPS, kita dikasih waktu 20 menit (itu lumayan panjang dibanding part test yg laen) untuk ngerjain 100 nomor. tiap nomor ada 2 pernyataan yang harus kalian pilih sesuai dengan kepribadian kalian, semuanya harus diisi jangan sampe ada yang terlewat. untuk yang laen bisa aja dilewatin tapi nggak dengan EPPS. dan tes ini mulainya pagi, seingetku kita disuruh datang stgh jam sebelum tes. pintu juga dibuka setengah jam sebelum tes. nah tes nya sendiri mulai jam 8. gue bangun jam 4 pagi, siap-siap dan berangkat jam 5. dari rumah sampe semarang 1,5-2 jam. gila gue ngerjain tes udah kek setengah sadar haha ngantuk bangeettt. udah resiko kalo bangun jam 4 pasti ntar jam 9 mata gue lengket kek perangko. gue berdoa, semoga Allah ngasih kelancaran dan keberhasilan buat gue.

Kamis, 13 Agustus 2015

Perjuangan di PMB STIS 2015 (i) : Ujian Tulis

Alhamdulillah, status gue sekarang maba Sekolah Tinggi Ilmu Statistika angkatan 57. gue pengen cerita perjuangan gue buat masuk kampus kedinasan ini, yang lokasinya ada di Jakarta Timur, tepatnya di Otista Raya.

jadi, perjuangan gue dimulai ketika ibu bawa pamflet STIS, dan itu pun fotokopian haha. gue baca-baca, dalam hati "oh iya ini kan kampus yang temen gue demenin",dia lebih pengen masuk ke STIS daripada STAN yang famous banget di kalangan gue. Sebut saja Mawar, eh, Beta (namanya beneran Beta). selain dari Beta sama ibu, nama STIS jadi lumayan familiar karna kakak kelas gue satu tingkat diatas ikut PMB juga, tapi gagal di psikotes. pendaftaran online mulai sebelum ujian nasional loh, jadi kalo kalian mau daftar siap-siap dulu, tahun ini mulai 2 Maret-24 April untuk yang ikatan dinas. dan ujian tulisnya tanggal 9 Mei. nah, gue coba tu daftar, meskipun sambil ngebatin nilai mat gue jelek ngapain masuk sini sih. tapi yang namanya pengen nyenengin orang tua harus usaha dong. trus buat persiapan gue beli buku soal. lucunya, gue beli buku udah mendekati ujian tulis haha, gara-gara browsing situs-situs yang berhubungan dengan STIS dan gue jadi tau kalo KOPMA (koperasi mahasiswa) STIS jualan buku soal dengan kontak perwakilan tiap provinsi. gue tadinya belajar dari soal-soal yang gue cari di internet. njiirrr nyarinya susah minta ampun, jarang emang ada yang upload lengkap, kalaupun lengkap gue harus bayar haha susah ya nyari gratisan. gue dapet lumayan banyak, dan gue terpaksa ngeprint di luar karna printer di rumah udah rusak. gila gue abis banyak banget buat ngeprint, belom kalo gue salah ngeprint soal tahun yang sama cuma beda nama gara-gara beda sumber. gue akhirnya ngehubungin perwakilan jawa tengah (gue orang kendal), tanya masih bisa pesen apa nggak, dan gue langsung kontak temen gue yang laen yang udah daftar juga. ternyata masih bisa, dan 2 temen gue nitip. gue bingung bayar pake rekening siapa, secara gue ngga punya rekening sendiri, gue langsung minta duit ibu (gue udah mulai libur, ngga punya duit) sama temen yg pesen gue tagih juga, gue bayar lewat teller hari itu juga setelah konfirmasi pemesanan takutnya keburu ujian haha. barangnya sampe sekitar seminggu sebelum ujian tulis. okay, jadi ujian tulis nya ada 3 macem, Matematika, Bahasa Inggris, dan Pengetahuan Umum. sistemnya jawaban benar nilainya  4, salah -1, kosong 0. gue bertekad dalam hati, gue harus fokus di bahasa inggris sama PU nya hahaha. soal bahasa inggris sama PU udah gue kerjain semua paketnya. alamak sisa 2 hari hahahaha  dari 2 hari itu gue ngerjain matematika cuma 2 paket, itupun banyak yang salah :') sudahlah. gue berangkat pake mobilnya si Beta, barengan sama Ulin dan Daniesh, juga keluarganya Beta yang kebetulan ada perlu di Semarang. SMA kita yang ikut ujian tulis cuma 5 orang :') rombongan gue ditambah Fella yg berangkat terpisah. lokasi ujian gue di GOR Jatidiri Semarang. waktu itu GOR penuh, gue ngerjainnya ya panas dingin gitu haha gue dapet bagian tribun, ngga ada mejanya :') Matematika 90 menit, Bahasa Inggris 60 menit, PU 60 menit. tingkat kesulitannya mungkin mirip kayak SBMPTN. tapi jangan pernah yang namanya ngremehin soal SBMPTN, elu elu yang otaknya pas-pasan kaya gue harus kerja ekstra keras buat bisa lolos SBMPTN. back to the topic, selesai ngerjain leher gue kek ditimpa haha berat, tapi it's ok lah :) not a big problem. pulang dari situ kita sholat sambil istirahat di mesjid baiturrahman simpang lima, trus iseng diajak jalan-jalan ke mall sama 2 mas nya si Beta. deket, tinggal nyebrang aja. dan gue lupa bawa dompet :') di situ cuma jalan-jalan, dan kita misah gitu. bingung mau jajan tapi gue sama Beta ngga bawa dompet, mas-mas nya gatau dimana, Ulin sama Daniesh di simpang lima, capek mau duduk tapi ngga ada kursi hahaha :") akhirnya telfon si mas, katanya di lantai paling atas. trus kita bilang mau nunggu di bawah. sampe di bawah kita kek orang ilang nungguin lamaa banget. setelah perdebatan dan pertentangan hati yang cukup sengit, kita naek lagi, nyari lagi. setelah capek nyari tapi ngga nemu, gara-gara kita saling bingung satu sama lain krn clue yang kita kasih ke mas nya dan yg mas kasih ke kita, ngga bisa dipahamin hahaha. akhirnya gue sama Beta turun lagi, karna mas nya bilang mau turun dan kita nunggu diluar mall. lama juga ini nunggunya. karna hari udah sore, kita balik ke mobil (parkir di mesjid) kali aja si mas udah turun daritadi lewat pintu laen. ternyata belom hahaha :') pucuk dicinta ulam pun tiba, ternyata mereka nyasar :') nyari bagian sepatu tapi ngga nemu-nemu, dan akhirnya muter-muter gajelas. sebelum mampir dulu ni ke gramedia pandanaran beli buku yg tebelnya 460 halaman hahahaha. trus pulang deh. yaappp agak ngga jelas gini yang penting ngasih info hahaha. semoga bermanfaat.

Minggu, 09 Agustus 2015

Selamat Jalan Pak Joko (Elpasa d'pako)

udah agustus ya? udah 3 bulan semenjak wali kelas gue meninggal. pak joko pindah-pindah rumah sakit karna sakit yang parah bahkan gue ngga tau jelasnya apa penyakitnya. biarlah jadi urusan keluarganya. waktu meninggal pak joko baru sebentar dirawat di RS Sardjito Yogyakarta, baru berapa hari disitu. waktu itu gue udah mulai libur panjang, jarang ke sekolah. tapi seinget gue itu saat-saat dimana gue mulai latihan paduan suara buat lomba di karesidenan sambil belajar buat SBMPTN. gue berangkat rame-rame sama temen-temen buat ngurus administrasi di sekolah entah itu apa gue lupa. pagi itu, gue ada di perpustakaan, lagi baca-baca materi SBMPTN, sekitar jam 8 atau jam 9. gue tiba-tiba dapet sms dari temen, bilang kalo pak joko meninggal dunia. gue nangis sejadinya. gimana nggak, pak joko wali kelas gue selama dua tahun dan orangnya baek, ngajarnya santai, perhatian sama kelas, nggak sungkan ngasih duit banyak yang penting kelas kita bisa ngeluarin totalitas pas karnaval atau acara di classmeeting, dan selalu ngingetin buat jaga kekompakan kelas kita. januari kemaren kita ngerayain ultah pak joko dengan meriah :'( kita nyetting drama macem macem buat ngerjain pak joko, meyakinkan banget sampe-sampe pak joko ngga kepikiran sama sekali kalo kita ngerjain dia. dan pas kue ultah dibawa ke kelas dia berkaca-kaca :') itu ultah terakhir yang kita rayain bareng-bareng, dan sebagai ganti dari anak istri pak joko yang ngga bisa ngerayain karna jarak yang jauh. gue seneng banget waktu itu, kelas rasanya kek keluarga sendiri, udah memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing dan hidup berdampingan dengan damai. denger pak joko meninggal, rasanya seperti kehilangan sesuatu yang sangat berharga. itu pertama kalinya gue bener-bener nangisin orang meninggal. bahkan waktu nenek gue meninggal gue cuma nangis sebentar trus bisa move on lagi. tapi entah, sampe sekarang gue masih belom bener-bener move on. gue nangis mungkin setengah jam ya, karna setelah nangis gue reda, temen-temen gue dateng ke perpus meluk gue sambil nangis. siapa yang ngga trenyuh coba :') nangis lagi gue. waktu diumumin lewat pengeras suara, suasananya bener-bener hening. semua diam, mendengarkan, berdoa dan menangis dengan lirih, memancarkan duka yang mendalam. kita semua kehilangan. kita kehilangan seorang ayah. guru-guru laen kehilangan rekan kerja yang menyenangkan, yang ngga pernah keliatan marah sekalipun, yang ngga pernah bikin ulah di tempat kerja. best homeroom teacher pokoknya :') 4 Mei 2015, Joko Purnawan, S.S dipanggil oleh Yang Maha Kuasa, lebih baik begitu, daripada dia menderita terus-menerus karna sakit berbulan-bulan. setelah agak reda nangis-nangis nya, anak-anak kelas gue langsung susun rencana buat takziyah ke Boyolali, ke rumah alm. pak joko. mulai dari bus, konsumsi, sumbangan buat keluarga, iuran dll. waktu itu kita lagi bokek bokeknya karna banyak biaya buat daftar kuliah, buat fotokopi berkas, ngeprint macem-macem, trus buat iuran buku tahunan, belom ini, itu. kita bela-belain minjem sana sini biar bisa ke Boyolali. tanggal 5 kita berangkat. rombongan kelas, rombongan SMA, rombongan dari desa, semua tumpah ruah di rumah almarhum. belom pernah liat orang takziyah sebanyak ini. kita berangkat pagi jam 6, ikut nganter pak joko ke peristirahatan terakhir sekitar jam 11. dan of course sayang banget, wisuda kemaren ngga didampingin sama wali kelas :'( kelas kita nyanyiin medley Gugur bunga, Ayah lagunya Chrisye, sama laskar pelangi, buat mengenang pak joko. istrinya diundang dateng ke SMA buat nerima kenang-kenangan. bisa dibilang wisuda kemaren penuh air mata. dan satu lagi, sebenernya kita udah iuran beli MMT ucapan selamat ulang tahun buat pak joko, udah direncanain beberapa bulan sebelum ultah pak joko, dan difoto di atas puncak Gunung Prau sama temen-temen yang naek. tp ngga jadi dikasih karna lupa ngilangin time stamp di foto. tanggal naek sama tanggal di MMT beda, makanya mau di edit dulu, tapi temen-temen lupa. dan bulan maret gue inget trus ngedit fotonya, trus gue selipin fotonya di flashdisk tugas film pendek. kirain udah diliat, ternyata belom :'( ternyata waktu itu pak joko udah mulai sakit-sakitan. yah, udah dibela-belain naik gunung juga. tapi gimana, umur ngga ada yang tau. nama kelas kita Elpasa d'pako. singkatan dari eleven ipa satu didikan pak joko. waktu kelas dua belas ternyata wali kita sama, dan kita ngga perlu ganti nama, tetep elpasa d'pako. twelve ipa satu didikan pak joko. nama elpasa boleh aja banyak yang pake, bahkan ada kata "elpasa" di bahasa spanyol, tapi elpasa d'pako cuma ada satu. perlahan memori tentang pak joko mulai memudar. tulisan ini cuma sebagai kenang-kenangan, siapa tau ntar dibaca lagi, biar pak joko ngga bener-bener dilupain. Rest In Peace, pak joko :') we love you

ini foto pak joko yang diambil buat buku tahunan