Senin, 18 Juni 2012

=>HADIAH MISTERIUS KAKEK CHAPTER 2

Suki, gadis manis berambut panjang, tinggi semampai. Parasnya manis seperti boneka. Kini terpaku di atas tempat tidur memandangi sebuah kotak. Ya, kotak kecil yang ia temukan kemarin. Terlintas dalam pikirannya, alat apa yang bisa kugunakan untuk membuka kotak ini? Ia lalu mengambil jepit rambut (jepét biting kalo kata orang jawa) (jepét=jepit rambut, biting=lidi) dari rambutnya lalu mengutak atik lubang kuncinya.tidak berhasil. Ia lalu mengambil sebuah kawat dan membengkokkannya, lalu mengutak atik lubang kunci lagi. Tidak berhasil juga. Ia mulai frustasi dengan ini. Ia lalu mencoba menggabungkan jepit rambut dan kawat,. Lama sekali ia mengutak atik. Klekkk, sepertinya kotak kecil itu berhasil dibuka oleh Suki. Ia meloncat kegirangan. Tanpa piker panjang, ia langsung menelepon Nicko. “cepetan kesini!! Kotaknya udah bisa aku buka!!” Nicko tergesa-gesa. Ia langsung meluncur ke tempat Suki berada. Kembali ke Suki. Ia ingat kalau ia belum melihat isi kotak itu. Ia kembali ke tempat tidur. Perlahan-lahan, ia membuka kotak itu. Ia gugup, tangannya gemetaran. Apa yang kakek ingin berikan padaku? Perhiasan? Kenapa harus dipendam di taman? “surat lagi???” gerutu Suki. Kenapa surat lagi? Apa kakek hanya bercanda? Dalam hati, ia membaca surat itu. “untuk Suki. Maaf kalau kamu kaget karna isinya hanya surat. Tapi pencarian belum berakhir. Kamu inget rumah kakek yang di pinggir hutan? Disana ada…”  tok  tok  tok… belum selesai Suki membaca surat dari  kakeknya, Bibi pembantu rumah mengetuk pintu kamarnya. “Non, ada Den Nicko dibawah!!” “suruh naek, Bi!!” “iya, Non” beberapa detik kemudian, Nicko sudah di depan kamar Suki.
“permisi,Non” Nicko mengetuk pintu, dengan nada mengejek. “masookk!!” ujar Suki kasar. Nicko langsung masuk. “cowok yang pernah masuk ke kamar ini Cuma Papa,Kakak, sama kamu. Beruntung kamu..,” ujar Suki agak ketus. “hahaha, emang aku beruntung. Baru tau??” Nicko tertawa. “isinya apa ki?” wajah Nicko terlihat penasaran. “surat,” jawab Suki datar. “surat lagi??? Isi suratnya??” Nicko bertanya lagi. Lalu Suki membacanya. “untuk Suki. Maaf kalau kamu kaget karna isinya hanya surat. Tapi pencarian belum berakhir. Kamu inget rumah kakek yang di pinggir hutan? Disana ada rahasia. Kakek langsung kasih tau aja.di balik lukisan nenek, ada sesuatu yang akan bikin kamu kaget. TTD: kakek” “kakek kamu ada-ada aja deh, pake rahasia rahasia’an segala.” “husshh, ngelantur.” “hehe, maap ya sayang.,” Nicko memegang kedua tangan Suki. Suki tersipu malu dengan Nicko yang memprlakukannya dengan sedikit istimewa sejak di taman kemarin. “itu artinya kita harus ke sana. Sekarang?” Tanya Nicko. “jangan sekarang ah, tangan kamu juga masih sakit kan?” “wahhh, sayangku perhatian banget, tau aja kalo tangan aku masih sakit.” Tangan kanan Nicko memegang tangan Suki dengan erat. (oowhh, sweet)


##DUA BULAN KEMUDIAN##
TING TONG, bel pintu berbunyi. Suki membukakan pintu. Siapa yang datang? Pikirnya. “Nicko?? Tumben dateng jam segini. Masuk yuk,” ajak Suki sambil tersenyum. Namun wajah Suki terlihat agak pucat. Nicko pun hanya tersenyum. Wajah tampan Nicko makin membuatnya terpesona. Ia beruntung punya pacar sekaligus sahabat seperti Nicko. Ia ingat saat Nicko menyatakan cinta padanya 1 bulan yang lalu. Dengan tangan masih digendong, ia memegang tangan Suki. Dan kata yang membuatnya sangat geli adalah “Ki, I love u. pacaran yuk,” kata Nicko dengan ekspresi agak tersipu malu. Singkat dan padat. Suki menahan tawa mendengarnya. Itu kata-kata yang tidak biasa diucapkan oleh laki-laki saat menyatakan cinta. Laki-laki biasanya mengatakan “I love u, would u be my girl?” atau “kamu mau nggak jadi pacarku?” Tapi yang dia ucapkan ‘pacaran yuk??’ kata itu tidak bisa ia lupakan. Nicko memang tidak pernah bisa serius. Melihat wajahnya saja sudah membuat Suki ingin tertawa. (ganteng tapi lucu. Semacam Song joong Ki gitu, hihi)
“kok sepi?” Tanya Nicko sambil duduk di kursi tamu. “di rumah cuma ada Bibi. Mama lagi ke pasar, bentar lagi juga pulang. Aku bikinin minum dulu ya,” kata Suki sambil melangkah ke dapur. 10 menit kemudian, Suki datang membawa segelas sirup kesukaan Nicko. “Ki, piknik berdua yok, pasti romantis” ajak Nicko sambil tersenyum nakal. “aku pengen, tapi aku nggak enak badan, lagi nggak fit.” Suki meletakkan minuman di atas meja. “oowhh, kiddy ku sayang lagi sakit ya? Sini-sini.” Nicko mengulurkan tangan. “iya ni, badanku agak panas. Makan gak enak, tidur nggak nyenyak.” Kata Suki manja. Nicko memeluk Suki dan mengelus rambutnya. Suki sangat menyukai ini, ia merasa aman dan damai (jadi inget pelajaran PKN) dalam pelukan Nicko. “wahh, bener  badan ayank agak panas . uda minum obat?” “udah, barusan aku minum obat.” Ujar Suki manja. “kalo aku peluk pasti sembuh.” Kamu sakit pasti gara-gara mikirin aku kan??” pelukan Nicko semakin erat. “aah, gak bisa napas. Nggak kok, siapa bilang?” Suki mencoba menyangkal. Namun Nicko sudah hafal sifatnya.ia melepaskan pelukannya.ia mendekatkan wajahnya ke wajah Suki. Wajah Suki memerah. “masa’?? tapi kok mukanya merah gitu.” Nicko tersenyum nakal. “nggak kok ,nggak.” Suki mulai kesal. “iya juga nggak papa,lagipula aku kangen banget sama kiddy ku sayang!!!” Nicko mencubit-cubit pipi Suki. Seminggu tak bertemu rasanya seperti sebulan bagi mereka, pasangan muda yang sedang kasmaran. Sebenarnya, Suki sangat merindukan Nicko, tapi kini Nicko sudah berada di sampinganya.tak ada yang perlu dikhawatirkan. “yank,ke taman bentar yuk, aku sumpek di rumah.”

0 komentar:

Poskan Komentar