Senin, 18 Juni 2012

=>HADIAH MISTERIUS KAKEK CHAPTER 3

Nicko dan Suki kini duduk di sebuah kursi panjang di taman. Cuaca cerah, seperti hati mereka yang sedang cerah-cerahnya. Mereka berbincang-bincang, sambil memandang langit yang biru berawan putih. Gombalan-gombalan dan candaan Nicko mulai keluar. Tapi Suki senang, karna Nicko bukan tipe orang yang suka berbohong. Ia sudah mengenal Nicko sejak kelas 2 SD. Nicko Andreas, itu nama lengkapnya. Keluarga Suki sudah hafal betul dengan Nicko. Begitu juga sebaliknya. “yank, hemat pangkal apa?” Tanya Nicko. “gak penting banget sih. Pangkal kaya.” Jawab Suki malas. “rajin pangkal?’ “pandai” jawab Suki. “kalo kamu?? Pangkalan hatiku, hahaha” Nicko tertawa. “ciihhh, gombal.. biar gombalnya minta ampun, aku tetep sayang kamu!! Hahaha” Suki ikut tertawa. “Ko, sini bentar. Aku bisikin sesuatu yang penting.” Suki mendekatkan wajahnya. Nicko pun mendekatkan telinganya. Cuphh.. Suki mencium pipi Nicko. (oowhh.. so sweet,. #ala iklan axis)
“ahaha, akhirnya.. Suki nyium aku.” Nicko kegirangan. “tapi belom krasa, sekali lagi donk, hehe” kata Nicko sambil senyam senyum. Suki mendekatkan wajahnya, namun Nicko berpaling ke wajahnya. Jadilah, Suki mencium bibir Nicko. Suki yg panik langsung menjauh. “ooh, tidak!! Ciuman pertama ku!!” tapi Nicko malah tersenyum. “it’s ok, aku kan orang yang berharga bagimu, hahaha” ujar Nicko sambil tertawa kegirangan. Suki tersipu malu. “eh, aku jadi kepikiran surat dari kakek kamu. Gimana nih kelanjutannya?” Tanya Nicko sambil meletakkan tangannya di atas sandaran (bukan sandara yah,) kursi taman, merangkul Suki. “aku juga ada rencana mo kesana. Tapi kapan ya?” Suki menyandarkan kepalanya ke bahu Nicko. (ini scene orang pacaran) “gak usah banyak mikir, besok langsung kesana aja.” “anterin!!” “of course sayangku, apa sih yang nggak buat kamu.” Kata Nicko sambil mencubit pipi Suki.


##LANGSUNG AJA KE RUMAH SI KAKEK##
“keren, ni rumah biarpun tua tapi terawat. Hebaatt.,” kata Nicko ambil melihat ke sekeliling. “iya dong, ka nada pembantu yang khusus ngurusin ni rumah.” “widihhh… yang keluarganya kaya,” Nicko menggoda Suki. “hahahaha” Suki hanya tertawa mendengarnya. Suki langsung menuju ke sebuah ruangan, Nicko mengikutinya dari belakang.  JEBLOSS!!! (ala jawa) BRUKKK!!! Tiba-tiba mereka berdua jatuh terjerembab ke sebuah ruang bawah tanah. (dengan posisi Suki di bawah Nicko diatas karna Suki jatoh duluan). Ternyata, mereka menginjak sebuah papan rapuh yang menutupi jalan ke ruang bawah tanah. Suki lagi-lagi tidak tahu tentang ruang bawah tanah itu. Kenapa kakek nggak cerita kalo disini ada basement? Tanya Suki dalam hati. Mereka berdua bangun dan melihat sekeliling. Gelap, berdebu, banyak sarang laba-laba. “aaaa!!!!” Sukimenjerit dan langsung memeluk Nicko dengan sangat erat. “ ada apa’an yank?” “banyak laba-laba… takut..” tangannya mencengkeram baju Nicko dengan kuat. “udah, udah, nggak papa. Kan ada aku.” “aku nggak kuat naek, pinjem punggungnya donk yank, hehe” Suki memohon. “iya, kamu naek duluan gih,” lalu Suki naik ke punggung Nicko (jadi inget scene Dongyi sama Raja, hahaha)
Akhirnya Suki bisa naik ke atas lantai, begitu juga dengan Nicko. Lalu mereka masuk ke sebuah kamar. (jangan ngeres dulu, bukan mo ngapa-ngapain). Lukisan seorang wanita terpajang disana. “ow ow ow, monalisa.” Nicko memandang lukisan itu dengan seksama. “ngarang, ini lukisan nenek waktu muda. Cantik kan? Kayak cucunya, haha” (narsis)
“kayaknya cantikan nenek kamu deh.” Nicko menggoda “ya  udah sana, makan tu nenek.” Suki terlihat kesal. “becanda, gitu aja ngambek.” Kata Nicko sambil mencolek dagu Suki. (kayak sabun colek aja) “eh, aku tau nama lengkap monalisa. Siapa coba?” “siapa?” Suki penasaran. “Monalisa Odelia Pinot, hahaha” Suki langsung merespons “itu Manohara sayangku, bukan Monalisa, hadeuuhhh….” “hahahaha” Nicko tertawa. Suki mendekati lukisan itu dan mengangkatnya. Oohh tidakkk!!!! (lebay mode: ON) di dalamnya ada sebuah brankas dengan sebuah papan berangka. Sudoku. Sudoku adalah permainan mengisi angka. Tiap baris, deret, dan kotak/bujur sangkar tidak boleh ada angka yang sama. Permainan ini sudah cukup lama populer. “kalo yang ini mah, Suki jagonya.” Suki langsung mengisi kotak-kotak kosong itu dengan nangka. Lho?? Ralat: Angka maksudnya. Klekk.. brankasnya langsung terbuka. Dan tebak apa isinya? Uang tunai!!! Bertumpuk  banyak sekali. Ternyata ada surat di situ. Suki membacanya “Suki, ini hadiah kakek buat kamu. Simpan di bank, jangan seperti kakek yang menyimpan uang banyak di tempat rahasia. Salam sayang, kakek.” “waaoooww, kaya mendadak nih.” Nicko berteriak kegirangan. Suki pun ikut kegirangan. Ia senang sekali.
#AKHIRNYA SUKI NIKAH SAMA NICKO. SEBAGIAN UANG DARI KAKEKNYA DIPAKE BUAT HONEYMOON DI HOKKAIDO, MENIKMATI KEINDAHAN ALAM. SISANYA DITABUNG (anak pinter, hahaha)
GELARNYA NYONYA ANDREAS, hahay
WAKTU KELUARGA SUKI DENGER TENTANG UANG SI KAKEK, MEREKA SHOCK BANGET.


##BONUS##

#Hari-hari biasa
“Pa, ayo cepet berangkat. Nanti kakak telat!” Ny. Andreas mencari-cari suaminya di kamar. Ternyata MR. ANDREAS sedang ganti baju. Ny. Andreas mendekati suaminya. “ayo cepet Pa, sini Mama pake’in dasi.” Ny. Suki Andreas memakaikan suaminya dasi. “Ma, tambah anak satu lagi yuk, ntar malem jadi ya,” ujar MR. Nicko Andreas sambil tersenyum. “dasar Papa, dari dulu sampe sekarang masiihh aja genit.” Ny. Andreas menepuk dada suaminya. “genitnya kan Cuma sama Mama, gak papa donk. Daripada sama yang laen?” ”iya, papa sayangku, cintaku, kekasih hatiku. sekarang berangkat kerja gih,” MR. Andreas pun berangkat kerja bersama anak pertamanya yang masih duduk di bangku TK.
===== SELESAI =====
CATATAN PENULIS:
Cerpen bersambung ini tabbi bikin singkat aja critanya. Gak ada konflik disini. Tabbi males bikin konfliknya, hahaha

0 komentar:

Poskan Komentar