Senin, 18 Juni 2012

RB ANEH cerbung chapter 1

AUTHOR: ARLITA GARIANA


GENRE: HORROR


CAST: RINI, DAN PEMAIN PENDUKUNG LAINNYA


LENGTH: 1 OF ...??


Dingin. Hawanya dingin. Aku menyusuri jalanan dengan mobil, sekeluarga. Kami baru saja pulang dari Pantai Cahaya, sekitar daerah Weleri, Kendal. Cuaca pantai sangat panas, tapi aku suka angin sepoi sepoi pantai. Dengan berbekal handphone berfasilitas MP3 player, aku mendengarkan musik sambil menikmati angin lembut yang menyibakkan rambutku. Aku merasa tenang, damai.


Sepulangnya dari sana kami ingin membeli durian, dan aku mengusulkan membeli durian di Gunung pati, Semarang, yang terkenal menjadi sentra durian untuk wilayah Semarang dan sekitarnya. Ayahku menyetujui usulku. Namun beberapa saat kemudian, ia berkata bensin mobil kami tidak cukup untuk ke Gunung pati. Ia juga menambahkan kalau stok durian di Gunungpati sudah ludes, karna durian memang sedang laris di pasaran. Bahkan, durian yang belum sepantasnya dipanen sudah mereka jual dulu. Maka kami memutuskan membeli durian di Mijen. Bukan Mijen Semarang, tapi Mijen kaliwungu. Kaliwungu juga merupakan nama sebuah kecamatan di kabupaten Kendal. Dan Mijen, menjadi sentra durian di kabupaten Kendal yang kini punya Kota Kendal.

Cuaca Pantai Cahaya memang panas, tapi begitu kami membelokkan mobil, aku merasakan atmosfir yang berbeda. Dingin, sejuk. Aspal basah, namun terlihat mulai mengering. Titik-titik air berjatuhan dari dedaunan jati. Masih kurasakan aroma air disini. Sepertinya habis hujan.


Di sepanjang jalan banyak hutan jati. Batang-batangnya menjulang tinggi, berdiri dengan angkuhnya. Tak tahu mengapa aku merasakan keanggunan di balik keangkuhan itu.

Jati-jati itu menghalangi sinar matahari. Namun masih bisa kulihat, langit mendung dan sinar matahari yang redup. Sepanjang jalan pula banyak pedagang menjajakan durian.

Ayahku menghentikan mobil dan keluar untuk memilih durian. Jika ia merasa belum ada yang bagus, ia akan pergi dan memilih yang lain. Ia melakukannya beberapa kali. Ayahku memang yang paling berpengalaman dalam hal memilih durian yang enak. Aku, kakak, juga adik-adikku suka durian yang manis, kami tidak begitu suka dengan durian yang terlalu banyak mengandung alkohol. Ayah dan kakakku pasti akan langsung bereaksi jika merasakan sesuatu yang berbau alkohol. Kakakku, ia pasti akan bersin-bersin saat makan durian yang mengandung alkohol. Sedang ayahku, ia akan batuk-batuk saat merasakan sesuatu berbau alkohol, termasuk makan durian beralkohol tinggi. Hanya mereka berdua yang bisa mendeteksi alkohol di keluarga kami. Huhuhuh, aku menceritakan hal yang tidak penting.

Akhirnya ayahku menyuruh kami semua keluar dari mobil untuk tawar menawar dengan para pedagang. Ayah mengatakan kalau semua keluar dari mobil, harga durian pasti jadi selangit. Aku membenarkan perkataan ayah. Itu memang strategi pedagang. Satu lagi, jika pembeli terlihat kaya dan tidak berpengalaman dalam memilih durian, pedagang akan menaikkan harga semau mereka, dan mengeluarkan alasan-alasan dan semua rayuan mereka untuk membuat pembeli tergoda.

Aku tidak peduli berapa harga durian itu. Itu urusan ibu dan ayah.  Aku… aku hanya tidak suka tempat ini. Memang udaranya sejuk, tapi aku lebih suka menyebutnya dingin. Bukan hanya dingin secara harafiah.

Dingin, teduh, tenang. Sepi. Terlebih lagi langit redup. Agak menakutkan bagiku.



Aku masih menganggur di rumah, aku belum mendapatkan pekerjaan. Apalagi, SIB ku (Surat Ijin Bidan) belum keluar. Dosenku berkata menunggu SIB memang agak lama, mungkin satu tahun baru keluar, karna SIB diterbitkan dari Departemen Kesehatan Pusat.

Aku kuliah di Poltekkes Depkes Semarang jurusan Kebidanan. Kini Departemen Kesehatan berubah menjadi Kementerian Kesehatan. Meskipun begitu lidahku sudah terbiasa menyebutnya Depkes. Apa boleh buat, aku tetap harus menyebutnya Kemkes.


Kembali ke pokok masalah. Aku tidak mungkin tahan hanya diam di rumah, tidak melakukan apa-apa. Lagipula aku sudah lulus tes untuk mendapatkan SIB. Aku harus segera mencari pekerjaan. Aku tidak bisa hanya berdiam diri.




sekian.. gimana ni tanggapan kalian di opening cerbung ini?? in baru pengenalan sih,.
kritik dan saran kalian akan sangat membantuku dalam memperbaiki cerbung ini.
saya tegaskan ini CERBUNG, bukan FF. jadi, kayak di novel novel n majalah gitu. pai pai, sampe ketemu di chapter selanjutnya!!!! ^^
eh, aku lupa. di like yahhh.,.
#maksa

0 komentar:

Poskan Komentar